Pemprov Malut Gelar Raker Hadirkan Dua Kabupaten Halut-Halbar, Bahas Tambang PT TUB

“Kami mengikuti polemik yang terjadi warga Halut dan Halbar. Tentu hal yang sama pernah ketemu disini, bahas soal PT TUB, saya juga meminta Pemda Halbar untuk fasilitasi supaya ada jalan keluar, Menetralisir keadaan yang terjadi,”tutur Piet.

Piet Hain Babua, berharap kehadiran PT Tri Usaha Baru membangun pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat di dua kabupaten terutama masyarakat yang berada di perbatasan Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Pemerintah kabupaten Halmahera Utara mendukung, jika pihak perusahaan keberpihakan terhadap masyarakat Halmahera Utara, tentu ini sangat disuport.

“Tentu kami mendukung, asalkan ada keberpihakan terhadap warga Halut, tetap beraktifitas untuk kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Setelah mendengar kedua belah pihak, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mendesak kedua kabupaten Halut-Halbar segera sosialisasi terkait harga tanam tumbuh dengan mengikuti aturan yang ada.

“Segera disosialisasi harga tanam tanaman yang berada di areal perusahaan kepada masyarakat, sehingga ada kesepakatan yang mutlak, sesuai aturan yang ada,”desak Wagub

Wagub juga akan menindaklanjuti soal Ijin Penambangan Rakyat, dengan menyiapkan data tata ruang.

“Tanggal 22 September 2025 nanti akan dilaksanakan pertemuan lanjutan juga menyampaikan tentang kesepakatan harga tanam tumbuhan,” tuturnya.

“Soal penahanan warga, diatur secara baik antara kedua belah pihak, untuk menjaga kamtibmas di kedua wilayah ,” sambung Wagub

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *