“Jadi warga berinisiatif mengamankan wilayahnya dari hal-hal yang negatif, agar tidak berdampak pada moral anak,”katanya
Ia menjelaskan, Awalnya bangunan itu adalah koperasi, tapi dialihkan usaha potong ayam, karena bangkrut lalu dialihkan menjadi hotel tanpa sepengetahuan masyarakat
“Warga resah, mungkin kalau dari awal diskusi baik-baik dengan tokoh masyarakat dan desa, dan menjalankan sesuai SOP, mungkin bisa dipertimbangkan,”ucapnya
Terpisah, Kepala Desa Puncel Sutiyono mengatakan, Sebelumnya dari pihak hotel sudah pernah mendapat teguran dari DPMTSP maupun Satpol PP, tapi diabaikan
“Awalnya saya tidak tahu, tadi dirumah ada pengajian, tapi setelah selesai jamaah langsung kesana (hotel) semua,”ujarnya
Ia mengaku bahwa dari desa tidak pernah memberikan ijin dan menolak pendirian hotel tersebut
Bahkan, untuk lokasi desa puncel tidak layak didirikan hotel, karena tidak ada tempat wisata
“Harapan saya sesuai keinginan warga, dan dari desa pernah sampaikan bahwa hotel itu tidak boleh, karena warga tidak setuju,”tandasnya





