Kawal Sidang Pentolan AMPB, Ratusan Masyarakat Datangi PN Pati Bawa Keranda Matinya Keadilan

Pria dengan sapaan Hu itu juga memandu massa dengan lagu satire untuk menghangatkan suasana. Lagu itu diputar dengan keras menggunakan perangkat sound system.

“Saya memiliki karakter kepemimpinan tersendiri. Tidak bisa disamakan dengan kepemimpinan sebelumnya,” lanjutnya dengan mengutip statemen Sudewo yang sempat membuat gaduh Bumi Mina Tani.

Ia pun kemudian mengajak para masyarakat bernyanyi dengan kompak. Lalu, merefleksikan keadilan yang telah mati dengan replika keranda mayat

“Kalau itu (hukuman 9 tahun) benar-benar dipraktikkan, maka pengadilan hukum di Pati sudah mati. Ini teatrikal membawa keranda menyatakan keadilan telah mati,”ucapnya.

Ia membandingkan aksi pemblokiran jalan yang pernah terjadi di Kabupaten Pati. Sejauh ini sudah ada dua kali aksi pemblokiran jalan Pantai Utara (Pantura), yakni pada 2015 dan 2025.

“Ritual ini simbol keadilan sudah mati karena faktanya bahwa sudah berkali-kali blokir jalan, bahkan tahun 2015 dari pagi sampai sore gak ada yang ditangkap. Om Botok cuma 15 menit ditangkap diancam 9 tahun penjara. Ini bukan tanpa alasan, ini alasan, bahwa ada 2025 truk ODOL blokir Pantura,”urainya.

Massa berkomitmen untuk selalu mengkawal sidang pengkawalan pentolan AMPB. Masyarakat Kabupaten Pati juga mendambakan keadilan berpihak pada masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *