PATI, zonasatu.net || Satuan Lalu Lintas Polresta Pati mengintensifkan penegakan hukum (gakkum) terhadap pelanggaran lalu lintas berpotensi kecelakaan, khususnya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, Selasa (3/2/2026) malam.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar secara serentak di wilayah Kabupaten Pati.
Operasi yang berlangsung pukul 20.00 hingga 21.45 WIB itu dilaksanakan dengan metode hunting system di sejumlah titik rawan pelanggaran dan rawan kecelakaan lalu lintas dalam Kota Pati.
Pola ini dipilih untuk memastikan penindakan berlangsung lebih efektif, selektif, dan tepat sasaran.
Sebanyak dua tim diterjunkan dalam kegiatan tersebut, yakni Tim Dakgar 1 yang dipimpin KBO Satlantas IPTU Muslimin dengan delapan personel serta Tim Dakgar 8 di bawah kendali Kasubnit Gakkum IPDA Rubiyanto dengan sembilan personel.
Dari hasil penindakan, Tim Dakgar 1 mencatat tujuh pelanggaran dengan barang bukti tujuh unit sepeda motor, sementara Tim Dakgar 8 menindak empat pelanggaran serupa.
Seluruh pelanggaran yang ditindak merupakan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Kasat Lantas Polresta Pati Kompol Riki Fahmi Mubarok menegaskan bahwa penindakan tersebut dilakukan sebagai langkah konkret untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas.
“Penindakan terhadap knalpot brong ini kami lakukan secara terukur dan berkelanjutan karena jenis pelanggaran tersebut memiliki korelasi langsung dengan meningkatnya potensi kecelakaan lalu lintas,”tegasnya.
Menurut Kompol Riki, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Selain melanggar ketentuan, knalpot brong dapat mengganggu konsentrasi pengendara lain dan berisiko memicu situasi yang membahayakan keselamatan di jalan raya,” ujarnya.





