Terkait isu trauma pasca proses pengisian perangkat desa sebelumnya, Narso menilai hal tersebut tidak perlu terjadi selama semua berjalan sesuai aturan dan transparan.
“Kita enggak usah trauma kok, asal kita sesuai track aturan yang berlaku kan sudah, enggak usah trauma. Yang penting kan transparan lah” ucap Narso.
Ia menegaskan, yang terpenting dalam proses pengisian perangkat desa ke depan adalah kepatuhan terhadap regulasi serta keterbukaan, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Intinya kalau ada pengisian perangkat desa lagi itu harus transparans, sehingga tidak menimbulkan masalah,”tambahnya





