HALUT, zonasatu.net || Pasca bentrokan antara Desa Kira dan Desa Duma, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara beberapa waktu lalu, pemuda kedua desa akhirnya bersepakat melakukan Deklarasi Damai.
Deklarasi damai dihadiri Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, Wakil Bupati Dr. Kasman Hi Ahmad, Kapolres AKBP Erlichson Pasaribu, Dandim 1508/Tobelo yang diwakili Danramil Galela Kapten Inf. Suharno, Kapolsek Galela Iptu Max Manolang, Camat Galela Barat Wadud Umar Sho, anggota DPRD Irwan Djam, pimpinan OPD, kedua pemerintah Desa Kira dan Desa Duma, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan warga setempat.
Salah satu tokoh pemuda Desa Kira, Nafiar, mengatakan deklarasi damai jangan hanya sebatas seremonial tetapi harus berlanjut. “Masyarakat kedua desa tetap hidup berdampingan dengan damai. Jangan mudah terhasut isu provokasi yang dapat mengakibatkan masalah yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi aparat keamanan dan unsur terkait yang hadir dalam pelaksanaan Deklarasi Damai.Sementara perwakilan pemuda Desa Duma, Robin Balamau, mengungkapkan generasi yang saat ini bentrok adalah generasi yang tidak cinta damai. “Masalah yang terjadi secara terus menerus merupakan masalah rentetan sosial yang membutuhkan perhatian dari orang tua sebagai guru di rumah untuk mengontrol anak mereka,” kata Robin.
Ia berterima kasih kepada aparat keamanan yang sudah melaksanakan tugas di desa mereka.Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu mengungkapkan, selama bertugas, kedua desa sudah 4 kali terjadi perkelahian antar kampung. Pemicunya kesalahpahaman di kalangan anak remaja. “Kita perlu bekerja sama dan saling bergandengan tangan dalam menangani perkelahian antar kampung. Sehingga kedamaian selalu ada di wilayah ini,” tutur Kapolres.
Ia menyatakan siap membantu jika ada gagasan mengembangkan kreativitas anak muda di kedua desa untuk mempererat persaudaraan.Dandim 1508/Tobelo yang diwakili Danramil 1508-02/Galela Kapten Inf. Suharno menegaskan perlu adanya perhatian serius kepada generasi muda.
Ia meminta anak usia sekolah tidak berkeliaran di atas jam 10 malam. “Kita semua bersaudara, jangan ada lagi kesalahpahaman yang mengakibatkan timbulnya permasalahan besar. Terima kasih kepada semua aparat keamanan yang selalu melaksanakan tugas di wilayah ini,” kata Danramil.





