Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad menegaskan, pemerintah daerah meminta generasi saat ini menjaga kebersamaan dan tidak ada lagi pertikaian. “Sebagai orang tua wajib mengontrol anak-anak supaya hidup mereka dapat terarah, sebagai wujud menjaga generasi di masa depan,” imbuhnya.
Wabup menekankan nilai tertinggi dalam peradaban adalah kemanusiaan. “Intinya, wujud kemanusiaan ialah perasaan kasih sayang sesama manusia dan merah putih harus selalu menjadi semangat untuk generasi muda di wilayah Halmahera Utara,” tegasnya.Bupati Piet Hein Babua mengaku bangga dengan generasi muda kedua desa yang telah memfasilitasi deklarasi.
Ia mengapresiasi masyarakat Galela karena menilai pertikaian kedua desa sebagai masalah kelompok tertentu dan bukan masalah komunitas agama. “Kami mengajak generasi agar ke depannya lebih baik. Jika ada satu atau dua orang berbuat salah, yang lain mengamankan. Jangan yang lain ikut-ikutan dalam permasalahan itu,” imbuhnya.
Bupati juga mengajak masyarakat bijak menggunakan media sosial, jangan menjadi penyebar isu yang tidak jelas. “Saya juga sampaikan agar pihak Kepolisian dapat bertindak tegas secara hukum untuk setiap pelaku penyebab perkelahian antar kampung,” tegas Bupati.
Dalam pertemuan itu, Camat Galela Barat membacakan Naskah Deklarasi Damai Desa Kira dan Desa Duma yang diikuti seluruh warga kedua desa. Isi deklarasi antara lain menjaga keamanan dan ketertiban di Desa Duma dan Desa Kira, menolak segala tindakan anarkis yang mengganggu ketertiban umum, mendukung TNI dan Polri dalam penegakan hukum, serta mendukung pemerintah daerah menegakkan peraturan.
Usai deklarasi, dilakukan penandatanganan Naskah Deklarasi Damai oleh Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Danramil, Kapolsek Galela, Camat Galela Barat, Kepala Desa Kira, Kepala Desa Duma, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kedua desa.
Mereka juga menandatangani petisi yang diprakarsai Bupati Halmahera Utara. Acara berlangsung khidmat, penuh haru, ditutup dengan jabat tangan dan saling meminta maaf diiringi genangan air mata warga kedua desa, menandakan perdamaian dan kekeluargaan mulai terjalin kembali.





