Ia menyebut lahan yang diminta untuk pembangunan batalyon seluas lebih dari 70 hektare.
Sementara di lapangan, satu hektare lahan KHDTK digarap oleh 5 orang petani. Jika diambil untuk pembangunan, warga akan kehilangan mata pencaharian utama.
Di tempat yang sama, Danramil Cluwak Kodim 0718/Pati, Kapten Inf Karjoko, menyatakan akan mendukung aspirasi warga dan meneruskan penolakan tersebut ke pimpinan.
“Walaupun bagaimana TNI itu dari masyarakat, kalaupun keputusan ini ditolak ya bagaimana caranya, kita akan sampaikan ke pimpinan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, lokasi yang direncanakan untuk batalyon Yonif TP V seluas 70 hektare lebih dan sesuai rencana awal akan dibangun di KTH Desa Gesengan.
“Untuk tempat lain kita belum tahu, mungkin dari atasan kami akan cari tempat yang lebih disetujui atau ada tempat yang lebih strategis,” singkatnya.





