Gerombolan kera itu menyerang lahan pertanian secara berkelompok pada siang hari.
“Sesuai laporan warga, kera-kera ini menyerang siang hari, dan mereka datang secara bergerombol,” jelasnya.
Warsiti menegaskan, serangan tahun ini jauh lebih masif dibanding sebelumnya. Jika dulu hanya satu atau dua ekor, kini kera datang berpuluh-puluh ekor sekaligus.
“Serangan kera baru terjadi kali ini. Kalau dulu memang sudah ada, tapi cuma 1 sampai 2 ekor. Kalau sekarang kera menyerang tanaman petani secara bergerombol,” ungkapnya.
Para petani kini diliputi keresahan. Mereka khawatir tanamannya mengalami kerugian besar jika serangan terus berulang.
Warsiti meminta Pemkab Pati melalui dinas terkait segera turun tangan. Perlu ada kajian populasi dan langkah pengendalian yang tetap memperhatikan aspek konservasi satwa.





