
Seperti yang terlihat pada hari minggu (5/6/22) pekan kemarin, warga dua desa di Kecamatan tersebut, yakni warga Desa Kabau darat dan Kabau pantai serta sopir angkut dan Pemerintah desa lagi-lagi turun di ruas jalan Pemerintah provinsi tersebut dan bergotong royong membangun jembatan-jembatan alternative menggunakan batang pohon kelapa.
Terlihat warga menebang pohon kelapa kemudian di ikat dengan tali dan di tarik ramai-ramai menuju ke pinggiran sungai-sungai kecil di setiap titik pada ruas jalan itu untuk membuat jembatan.
Pada kesempatan itu, salah satu waga desa Kabau, Safrudin Lidamona yang juga sebagai sopir angkot, mengatakan bahwa apa yang di lakukan warga saat ini seharusnya menjadi pukulan telak bagi Pemerintah provinsi selaku pihak yang bertanggungjawab atas ruas jalan ini.
“Semoga apa yang dilakukan kami warga Kecamatan sula barat ini dapat menggugah hati dan dapat membuka mata Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba, sehingga secepatnya dapat mengambil langka untuk mengerjakan jalan ini agar masyarakat bisa keluar dari penderitaan,”Pintanya. (Drakel:05/RedZ1).





