Meski begitu, Lanjut Hadi, Untuk tahun 2023 PAD di Disdagprin masih tetap sama, tidak ada perubahan untuk pengurangan ataupun penambahan.
“Tahun depan (2023, red), PAD kita di Disdagprin masih tetap sama Rp 9,2 milyar, dan tidak ada pengurangan, padahal ada satu untuk ijin retribusi kita yang dicabut, yakni dari metrologi,”Ujarnya.
Diketahui, Untuk tahun 2022 ini, Disdagprin hanya mendapat retribusi PAD dari parkir di Salsa, beberapa parkir di juana, retribusi pemakaian kios los, pasar, dan lain-lain.
“Metrologi mulai tahun depan sudah dicabut, jadi kita tidak bisa mengambil retribusi dari situ, seharusnya ada pengurangan, tapi ternyata di tahun 2023 PAD masih sama,”Tambahnya.
(Ws:01/RedZ1)





