Musda KNPI Dinilai Tidak Transparan Soal Dana Hibah, Bendahara Panitia Ancam Wartawan Lapor PWI

“Saya juga bingung, saya juga tidak tahu karena Ketua Panitia tidak ada sambutan.”katanya

Padahal, Kata Ikfan bahwa di agenda acara sudah tertulis bahwa ada sambutan Ketua Panitia, tapi begitu kegiatan berjalan ketupat juga tidak ada sambutan

“Dari situ saya berpikir bagaimana ketupat tidak ada sambutan LPJ, terpaksa saya langsung bilang di MC saya tidak usah sambutan sudah, karena Karateker KNPI sudah sambutan duluan. Padahal seharusnya Ketupat sambutan dulu baru Karateker.”tuturnya

“Jadi ini mungkin miskomunikasi dengan Karateker KNPI soal laporan pertanggungjawaban panitia,”sambungnya

Ditanya apakah itu disengaja ataukah seperti apa. Ia mengatakan tidak tahu. “Entah itu faktor kesengajaan atau apa, saya juga tidak tahu. Jadi saya hanya bingung dia punya susunan acara,”ucapnya

Ikfan menepis soal besaran anggaran Musda KNPI Satu Napas. Menurutnya, Untuk besaran anggaran Musda sebesar Rp 25 juta. Meski begitu, Ikfan mengaku tidak ada pegangan mengenai rincian anggaran.

“Soal rincian anggaran yang dikeluarkan itu tidak ada pegangan di saya. Jadi itu di bendahara semua,”akunya

“Yang jelas, saya tidak mengetahui menyangkut dengan rincian dari pengeluaran anggaran Musda. Saya hanya melaksanakan apa yang menjadi kekurangan kepanitiaan,”ucapnya

Saat media ini mencoba untuk mengkonfirmasi soal anggaran Musda KNPI ke Bendahara, Ona. Ia meminta wartawan agar menghubungi Ketua Karakteker KNPI, Andi Asar.”Komunikasi dengan Ketua saja ya,” Imbuhnya

Namun, begitu wartawan mempertanyakan lagi berarti soal anggaran itu semuanya di Ketua Karakteker.

Mendengar hal itu, Bendahara Panitia dengan sontak mengeluarkan bahasa dengan nada yang lantang dan menyampaikan soal kode etik jurnalistik serta akan melaporkan wartawan ke PWI.

“Perlu anda ketahui bahwa cara anda “meminta” bagian terkesan memaksa sudah melanggar kode etik jurnalis, dan jika anda masih memaksakan kehendak maka saya bisa melaporkan anda ke PWI atas perbuatan tidak menyenangkan terhadap melalui percakapan yang anda sendiri tidak tahu aturannya,”tutur Bendahara Panitia melalui pesan WhatsApp.

Ia menganggap bahwa dengan konfirmasi soal anggaran kegiatan media memeras soal anggaran peliputan.

“Sudah tugas wartawan mencari berita dan memuat berita tetap tidak ada bajet khusus. Tetapi kita juga memberikan sesuai kemampuan kami. Dan anda tahu di larang keras meminta atau bayar apa pun ke wartawan selain konferensi pers. Kegiatan publikasi yang anda muat. Kami tetap memberikan. Tetapi tidak ada bajet yang harus di tentukan. Ada tau kode etik wartawan kan,”ucapnya sembari mengakhiri penyampaiannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *