Kemenag Pati Amankan Nasib 252 Santri Pasca Penutupan Ponpes Ndholo Kusumo

PATI, zonasatu.net || Kasus hukum yang menjerat pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo di Desa Tlogosari, Tlogowungu, membuat ratusan santri harus mencari tempat belajar baru. Kemenag Kabupaten Pati langsung turun tangan agar pendidikan mereka tidak terhenti.

Izin operasional pesantren tersebut dicabut resmi pada 5 Mei 2026. Sejak itu, fokus pemerintah bergeser pada perlindungan anak-anak yang selama ini tinggal di sana.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Pati, Darmanto, menegaskan negara tidak akan membiarkan para santri terlantar. Langkah cepat sudah disiapkan.

“Kami sudah menyiapkan beberapa alternatif pondok pesantren, sekolah, dan panti asuhan yang siap menerima santri terdampak,” kata Darmanto

Sebanyak 252 santri kini diarahkan ke berbagai lembaga pendidikan di Pati. Daftarnya meliputi Ponpes Al-Akrom Banyuurip, Material Ulum Wedarijaksa, MI Khoiriyah Sitiluhur, dan MI Matholiun Najah Tlogosari.

Penyaluran juga menyasar jenjang menengah. Di antaranya SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip, MA Assalafiyah Lahar, MA Khoiriyatul Ulum Trangkil, hingga Yayasan Permata Nusantara Gabus.

Menurut Darmanto, langkah ini penting agar proses belajar para santri tetap berjalan. Sebagian besar dari mereka memang menggantungkan pengasuhan dan pendidikan di lingkungan pesantren.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *