Dikatakan, bagi lulusan pesantren sudah ada Pendidikan Diniyah Formal (PDF), yang itu diakui setara pendidikan formal lainnya
“Sebenarnya sekolah formal atau non formal itu tidak ada, tapi kita harus melihat masa depan anak Pati atau anak bangsa yang harus diperhatikan bersama,”ucapnya
Sejauh ini, Lanjut Yusuf, Untuk diskriminasi bagi lulusan pesantren masih terjadi, terutama di sekolah swasta dan negeri, antara sekolah dengan madrasah dan sekolah dengan lembaga keagamaan
Padahal, sekolah itu sama-sama berkontribusi, terutama dari sekolah swasta yang mempunyai kontribusi penuh dengan pemerintah,
“Sekolah swasta ini kan tidak usah membangun gedung, tidak bayar guru, dan pemerintah harusnya bisa terus mensuport,”ujarnya
“Diskriminasi sekolah itu masih terjadi di Pati, jadi itu harus dihilangkan, khususnya di Pati,”sambungnya





