“Sudah saatnya APBD Morotai benar-benar dikembalikan untuk rakyat, bukan untuk rutinitas elite,” tutup Risaldi pernyataan tersebut.
Sementara dalam pantauan media ini, kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, selalu sepi dan tanpa ada aktivitas para wakil rakyat untuk berkantor
Pasalnya, sejumlah anggota DPRD tidak terlihat beraktivitas kantor. Baru kurang lebih 9 bulan menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, anggota DPRD Morotai progres kerja diduga tak mampu menjalankan fungsinya.
Dimana, mulai pagi hanya terlihat pegawai dan tiga anggota DPRD yang nongol, sementara kurang lebih 8 anggota berada diluar daerah.
Hal ini juga mendapat tanggapan dari Rois, warga dari Kecamatan Morotai Utara, anggota DPRD sulit ditemukan lantaran beberapa kali kantor terlihat sepih.
“Sudah beberapa kali tong (merek, red) ke kantor DPRD sulit ketemu anggota, tong tanya di pegawai tapi dong bilang ada pigi Jakarta (keluar daerah, red) sudah dua minggu,” keluhnya saat ditemui di halaman kantor DPRD
Sementara anggota DPRD, Wardi Anwar yang kebetulan berada di kantor DPRD mengaku sejumlah anggota DPRD masih berada diluar daerah.
“Yang lain ada pigi Jakarta, tapi anggota sebagian ada di kantor, tapi ada pulang istrahat, tadi hanya ada wakil ketua satu , pak Yafet Sidigol, dengan saya,” ucapnya.
Terpisah Sekwan Nana Suriana Kharie, saat dikonfirmasi terpisah belum memberikan tanggapan.





